Lukisan Wajah Pahlawan Nasional Dr. Ferdinand Lumban Tobing karya Hareanto

Lukisan Wajah Pahlawan Nasional Dr. Ferdinand Lumban Tobing karya Hareanto
Lukisan Wajah Pahlawan Nasional Dr. Ferdinand Lumban Tobing karya Hareanto

Lukisan Wajah Dr. Ferdinand Lumban Tobing karya Hareanto.

Portrait painting. Charcoal pensil on paper.
Tahun pembuatan 2020.

             Dr. Ferdinand Lumban Tobing salah satu pahlawan patriot pembela republik yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam mengusir penjajah. Dr. Ferdinand Lumban Tobing, lahir pada tanggal 19 February 1899 di Sibuluan, 7 km dari Sibolga arah ke Padang Sidempuan, pada saat itu masih berlangsungnya perlawanan Si Singamangaraja XII melawan Belanda di Tanah Batak. Dr. Ferdinand Lumban Tobing anak ke empat dan putra pertama dari Raja Guru Herman Lumban Tobing dengan Laura boru Sitanggang.
         Pada permulaan kemerdekaan, Dr. Ferdinand Lumban Tobing diangkat menjadi Residen Tapanuli. Dr. Ferdinand Lumban Tobing tetap menjadi Residen Tapanuli sampai dengan permulaan tahun 1950. Beliau seorang yang sangat disegani oleh rakyat Tapanuli. Disamping menjabat sebagai Residen beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertahanan Tapanuli. 
             Pada tahun 1948 tepatnya pada tanggal 10 September pecahnya perang saudara di Tapanuli antara pasukan yang dipimpin oleh Bedjo dan pasukan yang dipimpin oleh L. Malau. Kekuatan pokok pasukan Bedjo dipusatkan di sekitar Padang Sidempuan sedang kekuatan pokok pasukan L. Malau dipusatkan sekitar Tarutung. Dr. Ferdinand Lumban Tobing sangat menyesalkan pecahnya perang saudara tersebut. Sibolga menjadi kota rebutan, diduduki secara bergantian oleh pasukan Bedjo dan L. Malau.
        Pada tanggal 28 Nopember 1948 Wakil Presiden Mohammad Hatta tiba di Sibolga. Beliau meminta agar Bedjo dan L. Malau datang di Sibolga namun L. Malau tidak bersedia hadir karena Dr. F. Lumban Tobing memberikan persetujuan yang diambil oleh Wakil Presiden akan ditaati oleh L. Malau.  Wakil Presiden Hatta mengambil  keputusan-keputusan, yang ternyata ditaati oleh L. Malau. Perang saudara itu berlangsung 80 hari, yaitu dari tanggal 10 September sampai dengan 28 November 1948. Dalam perang saudara itu banyak korban manusia berjatuhan. 
        Sebagai Residen revolusi Dr. Ferdinand Lumban Tobing telah memperlihatkan ketabahan dan kebesaran jiwanya menghadapi gejolak-gejolak pancaroba revolusi tersebut, sehingga arus semangat revolusi masih dapat dikendalikan kearah yang benar. 
          Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan perang agresi militer yang kedua. Tepat pada tanggal 23 Desember 1948  tentara Belanda memasuki Tapanuli. Dalam perang kemerdekaan kedua, Dr. Ferdinand Lumban Tobing memimpimpin perjuangan dengan cara bergerilya. Saat perang berlangsung Dr. Ferdinand Lumban Tobing diangkat menjadi Gubernur Militer untuk daerah Tapanuli dan Sumatera Timur bagian tengah dan selatan dengan Letnan Kolonel A.E. Kawilarang sebagai wakilnya. 
         Pada saat Belanda hendak menghapuskan Republik Indonesia sejak taggal 17 Agustus 1945, Dr. Ferdinand Lumban Tobing selaku Residen Tapanuli dengan sikap berani dan tegas memutuskan akan mempertahankan kemerdekeaan itu bersama rayat dan para pejuang TNI dari pedalaman Bukir Barisan. 
             Tekadnya sebagai patriot yang tidak mengenal menyerah itu telah membangkitkan semangat rakyat dan para pejuang untuk mewujudkan tekad “Sekali Merdeka Tetap Merdeka untuk Selama-lamanya”. 
          Berkat keteladanan yang diberikan Dr. Ferdinand Lumban Tobing, maka rakyat tapanuli berjuang tanpa pamrih membela Proklamasi 17 Agustus 1945, sehinggah akhirnya Belanda kembali memulihkan kedaulatan Indonesia pada akhir bulan Desember 1948. 
              Dalam hal sifat kepemimpinan Dr. Ferdinand Lumban Tobing yang perlu diteladani yakni, dengan bermodalkan perintah lisan beliau mampu meyakinkan rakyat dan menjalankan roda pemerintahan serta mengobarkan semangat perjuangan untuk mempertahankan dan kesediaan berkorban lahir batin serta keberaniannya menghadapi rintangan dan tantangan pada perjuangan Gerilya TNI bersama Pertahanan Rakyat untuk mampu melawan Agresi Belanda di Tapanuli.
           Dalam perjuangannya di tingkat Nasional sebagai Menteri beliau adalah seorang pemimpin yang selalu mengajak stafnya untuk tetap mengutamakan azas musyawarah dan mufakat dalam mengambil keputusan dan beliau tidak pernah melupakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat di daerah, serta tetap berusaha menempatkan kepentingan daerah sebagai kepentingan di tingkat Nasional. 
           Dalam perannya di pemerintahan, walaupun telah menjabat sebagai Residen, Gubernur dan Menteri sebanyak tiga kali, beliau selalu berusaha menegakkan pemerintahaan yang bersih dan berwibawa dengan memberi teladan dalam bentuk kejujuran yang berlandaskan kesederhanaan. Dr. Ferdinand Lumban Tobing selalu mendahulukan kepentingan Bangsa dan Negara, walaupun kadang hal itu merugikan kepentingan pribadi dan keluarganya. 
               Selain seorang Dokter yang banyak jasanya terhadap ummat, beliau juga seorang prajurit pejuang, mempertaruhkan nyawa menuju Indonesia Merdeka. Beliau disegani tidak saja kawan, melainkan disegani oleh lawan yang memeranginya. Karena itu, kepribadiaan sejati yang melekat pada jiwa dan raganya. Sifat kepahlawannan yang mengalir dalam darah dan dagingnya, semua keluhurannya tiada kita dapat membalasnya, kecuali goresan tinta emas dalam memori sejarah yang akan menjadi pusaka bagi anak cucu Bangsa Indonesia. 
             Dr. Ferdinand Lumban Tobing wafat pada tanggal 7 Oktober 1962 dalam usia 63 tahun, meniggalkan seorang isteri dan 7 orang anak, 5 laki-laki dan 2 perempuan. Setelah sebulan lebih Dr. Ferdinand Lumban Tobing meninggal dunia, Pemerintah Republik Indonesia melalui keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 17 November 1962 No.361 telah menetapkan Dr. Ferdinand Lumban Tobing sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional
            Keberanian Dr. Ferdinand Lumban Tobing juga ditopang oleh motto hidupnya bahwa, “Usaha dari manusia, berkat dari Tuhan. Tanpa usaha, tidak dapat diharapkan berkat.”

(Sumber :    Buku riwayat hidup dan perjuangan pahlawan kemerdekaan nasional Dr. Ferdinand Lumban Tobing.)

Komentar

  1. Selalu Berbagi Ilmu yang Bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Hareanto, izin hasil lukisan potrait Dr. FL. Tobingmu abang cetak untuk di pajang di sudut perpustakaan sekolah abg. Cari2 foto versi yang jelas gambarnya ndak ketemu, rupanya ketemu dan hasil karyamu yg sempurna aslinya. Terimaksih...

    BalasHapus
  3. On the board there shall be a Player gta5카지노 Hand and a Dealer Hand. For a hand to win, its point value have to be the one closest to 9. Collect Fish Buffet factors if you play on line casino games at Natural8 for up to as} 60% Fixed Cashback. House of Fun doesn't require fee to entry and play, but it also permits you to buy digital items with real money inside the sport. You can disable in-app purchases in your gadget's settings.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer

JASA LUKIS WAJAH | JASA MURAL [Whatsapp 081373637336]

JASA LUKIS WAJAH | JASA MURAL [Whatsapp 081373637336]
KLIK DISINI...